SUKSESKAN RAPAT KERJA NASIONAL FEDERASI SERIKAT PEKERJA NIAGA, BANK, JASA, DAN ASURANSI, 19-20 NOPEMBER 2011

Selasa, 13 Maret 2012

Serikat Pekerja Tolak Kenaikan Haga BBM

Tiga dari empat konfederasi serikat pekerja di Indonesia bersatu untuk menolak rencana kenaikan harga BBM per 1 April mendatang. Ketiga konfederasi itu adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Pekerja Indonesia (SPI), dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI).

Mereka kemudian bergabung dengan serikat pekerja lainnya, seperti Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit (SPTK), Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), dan Federasi Serikat Buruh Indonesia (FDBI). 

Tiga konfederasi itu adalah tiga dari empat konfederasi yang ada di Indonesdia dan memiliki massa jutaan orang.

Demikian diungkapkan tiga pimpinan konfederasi dalam siaran pers bersama, Senin (12/3/2021) siang ini di Jakarta. Siaran pers ditandatangani oleh Andi Gani N Wea, Presiden KSPSI; Ir Said Iqbal, Presiden KSPI/ FSPMI, dan Mudhofir, Presiden KSBSI.

Menurut ketiga pimpinan konfederasi itu, kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah bakal menyengsarakan kaum buruh, pekerja, dan masyarakat. "Karena itu, kami menolaknya. Pemerintah sebenarnya bisa lebih efisien mengelola minyak dan gas," ujarnya. 
 
sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/03/12/12541686/Serikat.Pekerja.Tolak.Kenaikan.Haga.BBM

Jumat, 17 Februari 2012

Menakertrans Diminta Tidak Hadir di Kongres SPSI

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nena Wea mengapresiasi sikap pemerintah yang tidak menghadiri kongres SPSI yang dilaksanakan di Malang.

Menurutnya, kongres SPSI yang berlangsung di Malang adalah gelap. Kongres SPSI yang sah, kata Andi, akan berlangsung di Jakarta pada, Sabtu (18/2/2012) besok.

"Kami menghormati atas sikap yang ditunjukkan oleh pemerintah khususnya Menakertrans yang tidak menghadiri Kongres SPSI di Malang. Karena Kongres yang sah dilaksanakan besok di Jakarta," kata Andi kepada wartawan, di Jakarta, Jumat (17/2/2012).

Namun demikian, ia juga meminta agar Muhaimin Iskandar sebagai Menakertrans tidak hadir dalam kongres SPSI yang akan berlangsung pada besok.

"Saya ingin SPSI bersikap independent. Saya bilang pak Muhaimin untuk tidak hadir. Buat saya pribadi agar beliau tidak hadir," pintanya.

Lebih lanjut ia menyatakan agar SPSI dapat menjadi tempat pengaduan bagi seluruh pekerja di tanah air. "Serikat pekerja SPSI akan menjadi rumah bagi para pekerja rakyat Indonesia," ujarnya.[bay]

sumber : http://nasional.inilah.com/read/detail/1831527/menakertrans-diminta-tidak-hadir-di-kongres-spsi

Jumat, 03 Februari 2012

Aksi Buruh ingin Ditunggangi

Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nuwawea mensinyalir ada pihak yang ingin menunggangi buruh saat mareka sedang berupaya menuntut keadilan terhadap upah.

Dugaan tersebut menyusul adanya kongres SPSI tandingan di Malang, Jawa Timur. "Kita curiga ini ada apa-apa. Ada pihak luar yang coba memecah-belah kami. Tapi kami bersama seluruh tujuh federasi dan 5,7 juta anggota kami siap melawan," katanya, di Jakarta, Jumat (3/2).

Bukan hanya itu, kantor SPSI. Yang terletak di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan juga disinyalir akan diduduki oleh orang lain. Namun hal ini diantisipasi dengan disiagakannya puluhan polisi terpaksa melakukan penjagan untuk menghindari bentrok.

Ia mengaku sudah mengetahui siapa yang mencoba menghancurkan persatuan buruh. Namun dirinya mengaku tidak khawatir dengan ancaman tersebut. "Hentikan mencoba memecah kami karena kami tidak takut," tegasnya.

Kongres SPSI yang sah sendiri kata Andi,akan dilakukan di Jakarta pada 18-20 Februari mendatang. Kendati demikian, Andi menegaskan tidak akan melarang kongres tandingan di Malang. "Silakan kalau mereka tetap menggelar kongres, tapi saya harap anggota jangan ada yang terprovokasi," ujarnya. (OX/OL-04) 

sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/02/03/296120/284/1/Aksi-Buruh-ingin-Ditunggangi

"Ada yang Ingin Pecah Belah SPSI"

JAKARTA - Ketua Serikat Pekerja Niaga, Bank dan Asuransi SPSI Andi Gani Nena Wea menduga ada pihak yang ingin memecah belah persatuan buruh saat para pekerja sedang berupaya menuntut keadilan.

Dugaan tersebut menyusul adanya kongres SPSI tandingan di Malang, Jawa Timur.

"Kita curiga ini ada apa, ada pihak luar yang coba memecah belah kami. Tapi kami bersama seluruh tujuh federasi dan 5,7 juta anggota kami siap melawan," kata dia, di Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Tidak hanya itu, tersiar kabar juga jika kantor SPSI di Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan akan segera diduduki oleh orang lain hingga puluhan polisi terpaksa melakukan penjagan agar tidak terjadi bentrok.

"Yang mau rebut siapa ini gedung kita sendiri," ungkapnya.

Andi mengaku tahu siapa yang coba menghancurkan persatuan buruh. Namun dia mengaku tidak khawatir dengan ancaman tersebut.

Dia yakin dengan ribuan anggota persatuan buruh akan tetap kuat. "Hentikan mencoba memecah kami karena kami tidak takut," tegasnya.

Kendati menegaskan jika kongres SPSI yang sah ada di Jakarta yabng akan digelar pada 18 hingga 20 Februari mendatang, Andi menegaskan tidak akan melarang kongres tandingan di Malang.

"Silahkan kalau mereka tetap menggelar kongres, tapi saya harap anggota jangan ada yang terprovokasi," pungkasnya.

(abe)

sumber : http://news.okezone.com/read/2012/02/03/338/569182/ada-yang-ingin-pecah-belah-spsi 

Senin, 09 Januari 2012

Buruh Hyundai Motor hentikan operasi pabrik Busan

Serikat Buruh Hyundai Motor menghentikan operasional pabrik di basis produksi terbesar Busan. Aksi itu sebagai protes pernyataan perusahaan yang menyebut salah seorang buruh sengaja membakar diri karena ditindas serikat buruh.

Karyawan Hyundai bernama Shin ditemukan terbakar dekat mesin pabrik yang berlokasi di sebelah tenggara Ulsan, Minggu lalu. Korban berkondisi kritis itu masih dirawat di sebuah rumah sakit kawasan Busan.

Menurut Serikat Buruh Hyundai, manajer pabrik telah berupaya mengintimidasi Shin setelah membuat laporan tentang masalah kualitas mesin pada pihak manajemen. Informasi itu terlihat dari laporan yang ditemukan di meja kerjanya.

Informasi yang berbeda antara manajemen dengan karyawan itu, menurut Serikat Buruh Hyundai, terjadi lantaran perusahaan tidak pernah berkeinginan memperbaharui kebijakannya. "Makanya sering terjadi konflik dengan para buruh," ungkapnya, Senin (9/1).

Serikat Buruh Hyundai mengancam akan menghentikan mesin di Komplek Ulsan. Selain itu, para buruh pun menolak lembur dan kerja pada akhir pekan. Para pekerja pabrik tempat Shin terbakar telah menghentikan proses produksi setelah kejadian itu.

Sementara itu, Juru Bicara Hyundai Motor menuturkan, penghentian produksi itu belum berpengaruh terhadap produksi mesin diesel untuk Hyundai Veracruz dan KIA SUV Mohave yang relatif kecil. Stok dan produksi pabrik lain masih bisa menutupi penghentian produksi pabrik Ulsan.

sumber :  http://internasional.kontan.co.id/v2/read/internasional/87124/Buruh-Hyundai-Motor-hentikan-operasi-pabrik-Busan-

Serikat Buruh Hyundai Motor Hentikan Produksi Pabrik

Para pekerja di Hyundai Motor telah menghentikan produksi di pabrik mesin, setelah seorang karyawan sengaja membakar diri, terkait kegiatannya di serikat buruh, guna memprotes dugaan penindasan oleh perusahaan.

Hal tersebut diumumkan oleh serikat buruh Hyundai di Seoul pada hari Senin (9/1).

Insiden tersebut menunjukkan bahwa isu-isu perburuhan tetap menjadi kerentanan yang potensial bagi produsen mobil Korea Selatan itu, meski perusahaan telah sekuat tenaga menghindari pemogokan yang ketiga berturut-turut sejak tahun lalu.

Dalam sebuah pernyataan, serikat pekerja Hyundai menjelaskan bahwa para pekerja menemukan anggota serikat dengan nama Shin telah terbakar di pabrik di tenggara kota Ulsan di sekitar tengah hari pada hari Minggu lalu. Hingga kini dirinya masih dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit di dekat Busan.

"Kami menghentikan produksi di pabrik mesin setelah insiden itu terjadi. Situasi ini serius dan penghentian bisa berkepanjangan, kecuali perusahaan menerima tuntutan kami, termasuk mencegah penekanan pada kegiatan serikat buruh terjadi lagi," kata seorang pejabat serikat pekerja.

Sementara itu, juru bicara perusahaan mengatakan bahwa langkah tersebut tidak akan mempengaruhi produksi mesin di pabrik yang memproduksi mesin diesel untuk Hyundai SUV, Veracruz, lantaran masih relatif kecil dan persediaan dari pabrik lainnya bisa mengimbangi penghentian tersebut.

"Polisi sedang menyelidiki kasus ini dan kami mengawasi penyelidikan itu," kata juru bicara Hyundai Motor. (*/abi)

sumber : http://www.wartanews.com/read/Automotive/bb169cd5-b3cc-f06d-a9ed-cbfa775e4d08/Serikat-Buruh-Hyundai-Motor-Hentikan-Produksi-Pabrik

Minggu, 01 Januari 2012

Ribuan Tenaga Teller dan Customer Service Terancam Menganggur

Ribuan tenaga kerja outsourcing yang bekerja di sektor perbankan saat ini masih belum jelas nasibnya. Pada 2013 mereka terancam menganggur dikarenakan keluarnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.13/52/PBI/2011 pada tanggal 9 Desember 2011 lalu.

PBI tersebut mengatur pinsip kehati-hatian bagi Bank Umum yang melakukan penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada pihak lain atau alih daya (pihak ketiga).

Menurut Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) Wisnu Wibowo, PBI tersebut menjadi tanda tanya bagi ribuan pekerja customer service, customer relation, dan teller. yang selama ini dipakai bank.

"Pasalnya dengan berlakunya PBI tersebut pegawai outsourcing kontraknya saat ini hanya satu tahun saja, dan hanya boleh diperpanjang setahun lagi, tahun berikutnya tidak boleh lagi. Artinya secara kasar 2013 nanti nasib pekerja outsourcing masih tanda tanya," kata Wisnu kepada detikFinance, Minggu (1/1/2012).

Menurut Wisnu, pada tahun tersebut, seluruh pekerja customer service, customer relation, dan teller harus dikelola oleh bank sendiri, tidak diizinkan untuk memakai pihak ketiga.

"Jadi para pekerja teller dan customer care yang bekerja di sektor perbankan dan berasal dari perushaan outsourcing, kalau kinerjanya tidak baik dan tidak dipakai oleh bank itu maka dia akan jadi pengangguran, tetapi kalau bagus kemungkinan besar akan dikontrak oleh bank itu sendiri, artinya lepas dari status karyawan perusahaan outsourcing yang mempekerjakannya sebelumnya," jelas Wisnu.

Berdasarkan data asosiasinya, Wisnu mengungkapkan jumlah tenaga kerja di perbankan dari perusahaan outsourcing berkisar 150.000 sampai 200.000 karyawan.

"Jumlah tersebut nasibnya akan tanda tanya pada 2013 nanti, dan bagi perusahaan outsourcing akan diprediksi kehilangan Sumber Daya Manusia (SDM) sekitar 30%-50% pada tahun tersebut," tandas Wisnu.

Pada poin 12, Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.13/52/PBI/2011, tercantum Bank yang telah melakukan Alih Daya atas pekerjaan selain pekerjaan yang diperbolehkan wajib melakukan langkah-langkah berikut:
  1. Menghentikan Alih Daya sejak berakhirnya perjanjian atau paling lama 1 (satu) tahun sejak diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia ini.
  2. Dalam hal sisa jangka waktu perjanjian lebih dari 1 (satu) tahun tetapi tidak lebih dari 2 (dua) tahun, Bank wajib menghentikan Alih Daya pada saat berakhirnya perjanjian atau dapat memperpanjang perjanjian paling lama 2 (dua) tahun sejak diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia ini.
  3. Dalam hal sisa jangka waktu perjanjian lebih dari 2 (dua) tahun, Bank wajib menghentikan perjanjian Alih Daya paling lama 2 (dua) tahun sejak diberlakukannya Peraturan Bank Indonesia ini.
  4. Nenyusun dan menyampaikan laporan rencana tindak (action plan) dalam rangka penyesuaian Alih Daya sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c.
(hen/hen)
 
sumber : http://finance.detik.com/read/2012/01/01/171502/1804216/5/?991104topnews