SUKSESKAN RAPAT KERJA NASIONAL FEDERASI SERIKAT PEKERJA NIAGA, BANK, JASA, DAN ASURANSI, 19-20 NOPEMBER 2011

Selasa, 06 Desember 2011

Inilah Trik Bercinta Bikin Istri 'Cepat Basah'

BELUM sempat membelikan istri hadiah ulang tahun? Saatnya menghadiahi aksi ranjang yang akan membuatnya meraih kepuasan lebih cepat. Dijamin, si dia akan terkesan bukan kepalang.

Kalau sebelumnya apa yang dapat memuaskan istri di ranjang belum pernah dikomunikasikan, Cosmopolitan mengulasnya melalui survei yang dilakukan terhadap 1.000 wanita.

Merangsang payudara istri lebih baik

Kebanyakan pria hanya merangsang payudara istri saat foreplay dan melupakannya saat intercourse. Amat disayangkan karena sebenarnya payudara menyumbangkan stimulasi klimaks terbesar. Anda tak hanya merangsang puting payudara istri, melainkan seluruh bagiannya – terdiri atas syaraf sensitif.

Merangsang G-spot

Area G-spot istri terletak sekira dua inci dari bibir Miss V. Untuk membuat istri menikmati klimaks yang intens, sentuh G-spot istri dengan Mr P melalui posisi doggie. Setiap hentakan Mr P akan menstimulasi area spesial tersebut.

Kejutkan istri dengan quickie

Mengajaknya bercinta saat itu juga akan membuat istri merasa diinginkan. Ketika istri pulang ke rumah, tarik tubuh, dan cium hangat bibir istri lalu letakkan semua barang bawaan istri. Arahkan istri menuju meja dapur. Jangan lepaskan semua baju istri, cukup naikkan rok atau turunkan celananya. Lalu, ajaklah pasangan bercinta hingga klimaks.

Tarik rambut istri pelan

Ada lebih dari jutaan syaraf di kulit kepala dan ketika istri tengah terangsang, syaraf tadi menjadi semakin sensitif. Karenanya, menarik rambut istri perlahan akan meningkatkan rangsangan ekstra.

 Lontarkan kata-kata erotis

Jika selama ini Anda cenderung membisu di ranjang, saatnya buka mulut untuk aksi ranjang yang panas. Karena semakin sering Anda membisikkan kata-kata erotis, istri dapat lebih mudah terangsang. Istri pun ingin mendengar betapa terangsangnya Anda saat bercinta, betapa Anda menyukai bentuk tubuhnya, dan betapa nikmatnya aksi ranjang istri terhadap Anda.

Jilati leher istri

Kulit lipatan leher lebih tipis sehingga sangat sensitif terhadap sentuhan. Kini, mulailah lidah Anda menari dari bawah leher hingga lekuk leher. lalu hembuskan angin dari dalam mulut. Jejak hangat yang ditinggalkan lidah Anda akan menimbulkan sensasi tersendiri. Setelah respons istri semakin pasrah, gigit kecil lekuk leher istri dan hisap.

Cium istri selama bercinta

Kebanyakan pria hanya mencium pasangannya saat foreplay, tapi berhenti saat mulai bercinta. Padahal berciuman akan membuat aksi bercinta lebih intim bagi wanita. Manfaatkan posisi bercinta dengan wajah saling memandang dan mencium hangat bibir istri.

Suami lebih agresif

Wanita selalu memimpikan suami dapat menaklukan tubuhnya dengan kekuatan dan kepercayaan di atas rata-rata, yang terasa erotis bagi istri. Kini, saatnya Anda beraksi. (tty)

sumber : http://lifestyle.okezone.com

Menghadapi Bos Temperamental

Memiliki atasan yang temperamental tak hanya menyebalkan, tapi juga menyiksa. Seperti yang dialami oleh Meidi (34), bila ada kesalahan kecil saja bosnya akan berteriak-teriak meluapkan kemarahan, bahkan tak jarang ia mencaci-maki seluruh anak buahnya.

Atasan yang galak dan tak punya toleransi adalah alasan utama banyaknya pekerja yang memutuskan berhenti dan pindah ke kantor lain. Sebuah survei yang dilakukan lembaga SDM, Working America, menyebutkan, 50 juta pekerja di AS merasa tertekan karena terpaksa bertahan dengan bos galak, mengingat sulitnya mencari pekerjaan akibat kelesuan ekonomi saat ini.

Padahal, produktivitas karyawan sangat terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan. Bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga menyangkut psikis. Siapa yang bisa bekerja maksimal bila setiap hari harus menghadapi omelan bos?

Lantas, bagaimana bila kita terpaksa bertahan bekerja dengan bos yang galak? “Memang sulit menghadapi situasi ini, itu sebabnya kebanyakan pekerja memilih untuk tidak ambil pusing atau membiasakan diri,” kata Manny Avramidis, Senior Vice President American Management Association. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna untuk Anda:

- Terus Meng-update
Cara terbaik untuk menghadapi bos yang sangat teliti dan kerap mencari kesalahan adalah dengan memberikan update terkini dari pekerjaan Anda secara berkala. Kirimkan email atau laporan daftar proyek yang sedang Anda lakukan beserta data-data yang mendukung, demikian juga bila Anda telah menyelesaikan tugas-tugas Anda.

- Konfrontasi
Membalas teriakan dengan teriakan memang bukan cara yang tepat. Namun, pikirkan lagi apakah kondisi yang Anda hadapi memengaruhi kinerja dan produktivitas Anda dalam pekerjaan. Bila bos marah dan berteriak, jangan hanya berdiam diri, katakan dengan tenang bahwa Anda membutuhkan diskusi dengan kepala dingin untuk menyelesaikan pekerjaan. Bila cara ini tak berhasil, mintalah bantuan bagian HRD untuk menyelesaikan masalah ini.

- Berinsitiatif
Memiliki bos yang kerap marah terkadang ada untungnya juga. Untuk menghindari kemarahannya tentu Anda akan berusaha maksimal memberikan hasil yang terbaik, sehingga Anda tergerak untuk melakukan berbagai insitiatif demi menghasilkan prestasi yang memuaskan. Bila Anda terbiasa bersikap proaktif, kelak ini akan menjadi nilai plus Anda di masa depan.

- Biarkan saja
Anda tak perlu menuruti setiap kemarahan dan omelan bos bila Anda yakin telah melakukan hal yang benar dan telah berkonsultasi dengan orang lain. Jadi, biarkan saja bos marah-marah, tak perlu diambil hati karena sifat buruknya itu menandakan bos Anda bukanlah orang yang dewasa. Biarkan saja ia dengan kemarahannya, sementara Anda tetap produktif dan menunjukkan kinerja terbaik.

sumber: kompas.com

Ini Dia Kebiasaan Buruk 'Perusak' Kesehatan

Berdasarkan survei terbaru Chartered Society of Physiotherapy (CSP), ditemukan beberapa kebiasaan buruk pekerja yang dapat merusak kesehatan. Apa saja?

Satu dari empat pekerja mempertaruhkan kesehatan mereka akibat bekerja sepanjang hari tanpa beristirahat. Sepertiga dari mereka bahkan mengalami gangguan kesehatan karena melewatkan makan siang akibat beban pekerjaan yang bertumpuk.

Kebiasaan buruk lainnya yang juga diklaim organisasi tersebut dapat merusak kesehatan adalah bekerja di posisi yang sama dalam jangka waktu yang terlalu lama serta memaksakan diri untuk bekerja ketika kondisi sedang sakit atau stres.

Menurut CSP, dampak jangka panjang yang mungkin dialami para pekerja tersebut adalah menderita sakit punggung, obesitas, depresi, jantung, dan stroke. Karena itu CSP memperingatkan agar para staf pekerja dan pengusaha sebaiknya mengadopsi praktek kerja yang sehat.

"Bekerja baik untuk kita karena dapat memberikan kontribusi untuk kesejahteraan fisik dan mental. Namun bukan berarti saat lembur Anda tidak memiliki waktu atau energi untuk menjaga kesehatan sendiri ataupun memaksakan diri untuk bekerja ketika sedang sakit," ujar Phil Gray, Chief Executive dari CSP.

Hal senada juga disampaikan oleh Ben Willmott, dari Chartered Institute of Personnel and Development. Menurutnya, hasil temuan ini bisa menjadi alarm peringatan bagi para pekerja.

"Tingkat tekanan tertentu saat di tempat kerja tentu saja diperbolehkan,” ungkapnya.

"Tetapi bila tekanan yang dihadapi pekerja secara teratur melebihi kemampuan mereka untuk mengatasinya, dalam kata lain stres, kemungkinan bisa mengarah pada kondisi seperti depresi, anxiety, dan penyakit jantung." [mor]

sumber : inilah.com

Operasi Plastik Organisasi Serikat Buruh Belanda

Persatuan serikat buruh terbesar di Belanda, FNW, mengalami krisis dan terpaksa membubarkan diri. Harus lahir “Gerakan Buruh Baru” yang lebih sesuai dengan situasi ketenagakerjaan abad 21. Apakah Model Polder Belanda terancam?

Sudah lebih dari 100 tahun berbagai serikat buruh di Belanda memperjuangkan hak para pegawai. Mereka berunding dengan para pengusaha tentang gaji dan kondisi kerja. Perwakilan serikat buruh dan pengusaha sering berunding dengan pemerintah. 

Itulah Model Polder Belanda yang sering mendapat pujian dunia internasional. Dengan pertemuan antara pemerintah, pengusaha dan serikat buruh itu Belanda bisa menciptakan suasana kerja yang tenang dan stabil. Apakah model ini terancam dengan dibubarkannya FNV, serikat buruh terbesar dengan anggota sebanyak 1,4 juta itu?

Kesepakatan pensiun
FNV adalah persatuan serikat buruh yang terdiri dari 19 serikat dari berbagai sektor: pegawai negeri, guru, buruh besi, tukang potong rambut, polisi dan sebagainya. 

Penyebab krisis ini adalah kesepakatan pensiun musim semi tahun ini. Jumlah manula di Belanda semakin besar. Akibatnya beban pensiun terlalu berat hingga tidak terbayar. Serikat buruh, para majikan dan kabinet sepakat menaikkan batas usia pensiun secara bertahap dari 65 ke 67 tahun.

Kesepakatan itu menyabkan perpecahan di dalam tubuh FNV. Menurut para penentang, kesepakatan itu tidak adil karena para buruh, yang secara fisik bekerja berat, nantinya harus kerja lebih lama lagi. Perbedaan kepentingan antara anggota FNV menyebabkan krisis di tubuh organisasi ini.

Akhir pekan lalu perpecahan di tubuh FNV ini tidak lagi bisa diatasi. Mereka akhirnya memutuskan mendirikan organisasi baru. “Gerakan Serikat Buruh” baru ini harus mutahir, sesuai dengan perkembangan jaman. Anggota akan punya lebih banyak hak menentukan bentuk pekerjaan dan kondisi kerja yang mereka kehendaki. 

Hal itu memang sangat diperlukan karena pasar tenaga kerja sudah sangat berubah. Semakin banyak orang bekerja untuk diri mereka sendiri, atau bekerja secara fleksibel, orang lebih sering ganti pekerjaan dan belajar seumur hidup semakin menjadi hal biasa. Selain itu, FNV juga ingin melepaskan diri dari pembagian berdasarkan garis ideologi. Serikat buruh konvensional juga diundang untuk bergabung dalam organisasi baru ini. 

Pemberi kerja
Ketua organisasi pengusaha Belanda berharap organisasi serikat buruh baru itu akan segera terbentuk. Pada masa krisis ekonomi dan penghematan seperti sekarang ini, para pengusaha ingin berbisnis dengan persatuan serikat buruh yang kuat dengan dukungan dari seluruh anggota mereka. 

Di negara-negara lain, para pengusaha akan sangat senang dengan perpecahan yang terjadi di tubuh serikat buruh. Lemahnya organisasi buruh akan menguntungkan mereka. Tapi, Belanda sangat menghargai Model Polder sehingga persatuan pengusaha tidak mau mengambil keuntungan dari keadaan ini.

sumber : http://www.rnw.nl

Bos yang Kasar Bahayakan Rumah Tangga Karyawan

Iklim kerja yang baik akan mendukung kesehatan dan produktifitas. Hal ini juga berlaku sebaliknya. Iklim kerja tersebut dapat berupa tempat kerja, rekan kerja, juga atasan. Sayangnya, atasan yang kasar tidak hanya merusak produktifitas karyawan, tapi juga dapat membahayakan kehidupan keluarga karyawan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personnel Psychology ini melibatkan 280 orang karyawan dan pasangannya yang menyelesaikan survei secara online.

Peneliti dari Baylor University menemukan bahwa stres dan ketegangan yang dirasakan karyawan karena perilaku bosnya bisa mempengaruhi pasangannya, hubungan karyawan dengan pasangan, dan seluruh keluarga karyawan.

Penyalahgunaan wewenang oleh bos tersebut dapat berupa amukan, perlakuan kasar, kritik di depan publik dan tindakan yang tidak pengertian.

Untungnya, penelitian yang dilansir HealthDay, Minggu (4/12/2011) ini menegaskan bahwa semakin lama hubungan antara karyawan dengan pasangan, efek dari atasan yang kasar tersebut makin berkurang.

Peneliti juga menemukan bahwa punya banyak anak di rumah memberikan kepuasan keluarga yang lebih besar bagi karyawan.

"Temuan ini memiliki implikasi penting untuk organisasi dan manajernya. Bukti ilmiah menyoroti kebutuhan organisasi untuk mengirim pesan yang tegas kepada orang-orang yang menempati posisi sebagai pengawas bahwa perilaku bermusuhan dan berbahaya tidak dapat ditoleransi," kata peneliti, Dawn Carlson, profesor manajemen dan ketua pengembangan organisasi di Sekolah Bisnis Hankamer di Baylor.

"Nampaknya perlakuan kasar dari para pengawas memperbesar ketegangan dalam hubungan karyawan, karyawan jadi kurang termotivasi atau kurang mampu terlibat interaksi positif dengan pasangannya dan anggota keluarga lainnya," imbuh rekan peneliti, Merideth Ferguson, asisten profesor manajemen dan kewirausahaan Baylor University.

sumber : http://www.detikhealth.com

Terlalu Banyak Duduk Bikin Pantat Makin Lebar

Banyak makanan dan kurang olahraga merupakan faktor utama pemicu kegemukan secara umum. Namun kegemukan di bagian tertentu juga berhubungan dengan faktor lain, misalnya di bagian pantat yang dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama.

Tekanan yang konstan dan terus menerus di pantat diyakini turut memicu tumpukan lemak yang membuat bagian tersebut tampak makin lebar. Seseorang yang banyak duduk biasanya memang kurang bergerak, namun dalam hal ini faktor tekanan lebih dominan memicu kegemukan di bagian pantat.

Sebelum lemak terbentuk, jaringan pantat memiliki calon-calon lemak yang disebut sel preadiposit. Kecepatan tubuh mengubah bakal lemak tersebut menjadi sel-sel lemak dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah tekanan ketika duduk atau berbaring dengan posisi tertentu.

Bagian tubuh yang mendapat tekanan lebih besar secara konstan cenderung membentuk timbunan lemak lebih cepat dibanding bagian lain. Itulah sebabnya, seseorang yang selalu duduk sepanjang hari akan memiliki pantat lebih lebar dibandingkan yang hanya sesekali duduk.

Teori tersebut dibuktikan oleh Prof Amit Gefen, seorang pakar kegemukan dari Tel Aviv University baru-baru ini. Ia mengamati proses pembentukan jaringan lemak tubuh pada sejumlah penderita kelumpuhan akibat cedera lalu mengalami kerusakan saraf tulang belakang.

Para penderita kelumpuhan umumnya hanya bisa duduk sepanjang hari, sebagian lainnya hanya bisa berbaring. Dibandingkan pada bagian tubuh lainnya, jaringan lemak teramati lebih cepat terbentuk pada bagian tubuh yang mendapat tekanan terus menerus misalnya pantat.

"Ada banyak Kegemukan bukan cuma soal keseimbangan kalori. Sel lemak membentuk trigliserida (komponen lemak yang paling banyak ditimbun pada orang gemuk) lebih banyak ketika sel tersebut mendapat tekanan," ugnkap Prof Gefen seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (6/12/2011).

Penelitian ini telah dipublikasikan dalam American Journal of Physiology - Cell Physiology. (up/ir)


sumber : http://www.detikhealth.com

Direksi Bank Bukopin Diduga Lakukan Intimidasi dan Aksi Pemberangusan Terhadap Serikat Pekerja Bentukan Karyawan

Lantaran dianggap kritis dan tak kenal kompromi, sehingga pembentukan Serikat Pekerja Bukopin, sekaligus sejumlah pengurusnya diminta mengundurkan diri oleh pihak Direksi Bank Bukopin. Direksi Bank itu berang akibat kevokalan para karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja. Bahkan, mereka di intimidasi agar tidak mendukung Serikat Pekerja tersebut. Padahal, keberadaan serikat pekerja itu telah didaftarkan di Sudin Nakertrans sesuai pencatatan No.640/V/VIII/2011 tanggal 11 Agustus 2011.

Sikap kritis karyawan dianggap berseberangan dengan kebijakan yang diambil Pengusaha/Direksi. Tak ayal, lima orang pengurus SP tersebut dimutasi ke lain daerah. Tak tanggung-tanggung mereka dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, Semarang Jawa Tengah dan Yogyakarta. Lantas yang paling ekstrim diminta mengundurkan diri/PHK.

Bahkan bukan itu saja, akibat kesewenang-wenangan Direksi Bank Bukopin, sejumlah karyawan harus rela menelan pil pahit. Misalnya, yang sebelumnya menduduki jabatan kepala Divisi, kini mereka dipindahkan menjadi staf Dirut. Lantas, kepala Divisi digeser menjadi kepala cabang.

Mirisnya lagi, dua orang pengurus yang sedikitnya telah mengabdi 24 tahun dan bekerja baik bukannya mendapatkan perlakuan yang apik, tapi mereka justru diturunkan 2 level menjadi staff biasa lantaran menolak untuk dipindahkan. Demikian diungkapkan Ketua Umum SPB, Nazri Nasir di Jakarta baru-baru ini.

Masih menurut Nazri, akibat kebijakan Direksi yang serba merugikan karyawan dan karyawati yang semena-mena, tak heran jika ratusan bahkan ribuan karyawan menginginkan perubahan.

Menyikapi seputar persoalan ini, langkah awal mereka telah melaporkan, sekaligus mengadukan permasalahan ini ke Depnakertrans. Lembaga ini akan segera melakukan penyelidikan, dan meminta bantuan LBH untuk melakukan pembelaan terhadap perlakukan Direksi terhadap karyawan yang dirugikan, pungkasnya.

sumber : http://metro.kompasiana.com/2011/12/06/direksi-bank-bukopin-diduga-lakukan-intimidasi-dan-aksi-pemberangusan-terhadap-serikat-pekerja-bentukan-karyawan/